Duh! Mulai 8 Februari WhatsApp Bakal Bagikan Data Pengguna

WhatsApp
WhatsApp

Seluruh pengguna WhatsApp baru-baru ini dikejutkan dengan sebuah notifikasi yang muncul secara pop-up, pada layar smartphone atau perangkat mereka masing-masing. Mungkin ada sebagian yang asal tutup atau terima saja, sementara yang lain merasa bila privasi dan datanya bakal terancam. Ada apa sebenarnya?

WhatsApp baru saja memperbarui halaman privacy policy alias kebijakan pribadi. Halaman ini berisi informasi yang terkait dengan keamanan, dan terkait juga dengan data penggunanya. Mungkin isinya cukup membosankan, namun perubahan kali ini wajib dipahami oleh seluruh pengguna, supaya tidak kaget di kemudian hari.

Mulai beberapa minggu ke depan, WhatsApp bakal bagikan data pengguna ke perusahaan lainnya yang tergabung di dalam Facebook. Pernyataan ini lantas menimbulkan banyak kontra. Ditambah lagi, saat diakuisisi oleh Facebook 2014 lalu, WhatsApp sebutkan bila Facebook hanya bisa mengambil data seminim mungkin.
Baca juga: Pengguna WhatsApp & Instagram Live Naik Drastis di Malam Tahun Baru 2020

Data WhatsAppp yang Dibagikan Termasuk Spesifikasi Smartphone

WhatsApp Privacy Policy
Informasi kebijakan keamanan terbaru WhatsApp yang muncul lewat sebuah pop-up. (Sumber: XDA Developers)

Saking banyaknya perubahan yang dibawa, WhatsApp bakal tampilkan notifikasi yang muncul seperti pada gambar di atas. Yang membuat cukup mengernyitkan dahi adalah opsi yang ada di bawahnya, yaitu “not now” (tidak sekarang) atau “agree” (setuju). Ya, pengguna diberi keleluasaan untuk tidak menerima aturan baru terkait privasi ini hingga 8 Februari 2021.

Namun setelah periode tersebut, pengguna yang tak ingin datanya diambil oleh perusahaan Facebook lainnya, tidak memiliki pilihan lain selain berhenti menggunakan WhatsApp, dan berpindah ke platform berkirim pesan lainnya yang mungkin dirasa lebih aman.

Lantas apa saja data yang bisa diambil oleh Facebook? Tidak sedalam seluruh chat yang penggunanya lakukan, namun informasi lainnya cukup mendetil. Misalnya, bagaimana dan kapan pengguna mengirim pesan, telepon, jumlah grup, kapan pengguna sedang online dan lainnya.

Baca:  Ponsel Honor Dengan Dukungan 66W Fast Charging Segera Datang

Bahkan status smartphone-nya pun bisa ikutan diambil, seperti tipe smartphone, kapasitas baterai, kekuatan sinyal, operator yang dipakai sampai nomor IMEI. Untuk pelacakan lokasi, memang tidak bisa mengaktifkan sensor GPS. Namun WhatsApp bisa prediksikan posisi pengguna lewat data lokasi dari jaringan serta IP.

Cukup banyak ya? Peraturan ini berlaku secara global, kecuali warga yang tinggal di wilayah Uni Eropa. Berkat sistem legislasi GDPR yang cukup ketat, pengguna WhatsApp di 27 negara di Eropa bakal tetap aman dari informasi data yang diambil atau dikonsumsi untuk Facebook.

Memang, Facebook menyatakan bila seluruh informasi yang didapat ini hanya digunakan untuk keperluan analisa. Namun tentunya, hasil analisa tersebut juga bakal bisa diolah menjadi sebuah informasi, dan kemudian diserahkan ke pihak perusahaan lain milik Facebook. Seperti Instagram, misalnya, yang cukup jago berikan iklan sangat relevan saat kita akses.

Elon Musk Sarankan Pengguna WhatsApp Pindah Platform

Tak sedikit pengguna WhatsApp yang menyayangkan keputusan terbaru perusahaan tersebut. Beberapa di antaranya ada yang langsung berpindah platform berkirim pesan lainnya. Salah satu yang berkomentar terhadap perubahan kebijakan ini adalah Elon Musk, yang kini menjadi salah satu orang terkaya di dunia.

Pemilik perusahaan Tesla tersebut mengirimkan sebuah twit dengan dua kata saja, yaitu “Use Signal”, seperti pada twit di atas. Signal secara instan mendapat perhatian cukup ramai oleh warganet, karena dinilai masih memiliki tingkat keamanan yang tinggi. Selain Signal, juga cukup banyak yang menyarankan untuk berpindah haluan ke Telegram.

Kalau Gizmo friends sendiri, bagaimana respon terhadap peraturan kebijakan privasi terbaru dari WhatsApp? Apakah bakal tetap pakai, atau berencana pindah ke platform lain?